Komponen Aki Pada Kendaraan

Tentu saja kita sudah tahu jika fungsi aki pada kendaraan adalah berguna untuk menjadi tempat penyimpanan dari tenaga listrik yang nantinya sewaktu-waktu akan dibutuhkan guna mengaktifkan fungsi dari rangkaian kelistrikan. Namun apakah anda sudah tahu tentang apa saja komponen aki pada kendaraan? Dan apa saja fungsi dari masing-masing komponen tersebut?

Untuk cara kerja dari aki sendiri adalah bekerja dengan cara memanfaatkan dari reaksi kimia. Untuk reaksi kimia yang terdapat di dalam aki sendiri nantinya akan menghasilkan aliran dari elektron yang bisa berguna untuk menyalakan beban dari kelistrikan mobil itu sendiri.

komponen aki pada kendaraan

Baterai atau aki merupakan komponen yang berguna untuk menjadi suplai dari kebutuhan energi ke berbagai macam sistem kendaraan dari sebelum mobil dihidupkan hingga mobil menyala.

Baterai atau aki pada mobil tentu saja cukup berat jika dibandingkan dengan jenis baterai di kendaraan lain, misalnya seperti aki pada sepeda motor. Hal ini karena konstruksi di dalam aki mobil sangat padat dan dipenuhi oleh plat timbal serta lembaran oksida timbal. Untuk lembaran plat dan juga elektrolit inilah yang berguna menjadikan baterai dapat menghasilkan energi listrik.

Bagian Konstruksi Dari Aki Atau Baterai Pada Kendaraan

Secara dasar, komponen aki pada kendaraan terdapat 3 bagian komponen utama yaitu Plat positif, plat negatif dan juga larutan elektrolit di dalamnya. Ketika plat positif dan juga plat negatif dihubungkan lewat media lampu, maka akan terjadi reaksi kimia yang ada di larutan elektrolit sehingga membuat munculnya arus listrik.

Arus listrik tersebut timbul dari plat positif ke plat negatif sehingga lampu akan bisa menyala dengan terang. Lalu bagaimana dengan komponen aki pada kendaraan dan fungsinya? Berikut adalah beberapa komponen aki dan fungsinya.

konstruksi aki

1. Kotak Baterai

Yang pertama ada kotak baterai, dimana kotak baterai ini berguna untuk menjadi tempat penampung dan juga pelindung dari semua komponen baterai yang terdapat di dalamnya sama seperti sel, pemisah dan penghubung sel dan sebagainya.

Di aki basah, kotak ini akan menggunakan bahan transparan sehingga nantinya elektrolit baterai bisa dengan mudah dilihat oleh pengendara dari sisi luar.

Untuk bahan pembuat kotak baterai juga harus bisa tahan terhadap reaksi asam sulfat, tidak boleh berubah bentuk maupun keropos yang bisa menurunkan kualitas elektrolit dan berpengaruh terhadap kinerja dari aki itu sendiri.

2. Plat Aki Positif Dan Plat Aki Negatif

Komponen aki pada kendaraan berikutnya adalah plat aki positif dan juga plat aki negatif. Dimana plat aki ini memiliki peran terhadap proses reaksi kimia ketika baterai sedang bekerja, Plat ini dibagi menjadi dua buah yakni negatif dan juga positif.

Untuk plat negatif sendiri dibuat dari bahan timah hitam atau timbal yang memiliki unsur kimia Pb dengan warna abu-abu. Sedangkan untuk plat positif dibuat dari unsur bahan lead dioxide yang memiliki unsur Pb02 atau perpaduan dari timbal dan juga oksigen berwarna coklat.

Perbedaan dari bahan ini berguna untuk membuat aliran listrik akan selalu berasal dari plat positif. Untuk besaran arus listrik yang dihasilkan sebenarnya akan dipengaruhi berdasarkan luas penampang dari penggunaan kedua plat ini.

3. Plat Separator

Sama seperti namanya, plat separator sendiri berguna untuk menjadi penyekat dari plat positif dan juga negatif. Dimana kedua plat ini tentu saja harus disekat supaya tidak terjadi korsleting listrik. Hal ini karena hal itu sampai terjadi, tentu saja reaksi kimia tidak akan bisa berlangsung.

Separator sendiri dibuat dari bahan yang memiliki sifat isolator yang bisa menahan arus listrik, selain itu permukaan dari separator juga harus dibuat dari bahan yang berpori-pori sehingga memungkinkan larutan dari elektrolit bisa mengalir dari plat positif menuju ke plat negatif begitu juga sebaliknya.

aki positif negatif

4. Cell Separator

Selanjutnya ada cell separator yang memiliki nama lain partisi cell. Yaitu salah satu komponen aki pada kendaraan yang berguna untuk memisahkan masing-masing sel. Setidaknya 1 unit aki sendiri memiliki 5 cell di dalamnya, dan masing-masing cell tersebut akan dipisahkan dengan cell separator.

Cell separator berbeda dengan plat separator, dimana partisi sel tidak mempunyai celah sekecil apapun. Dengan begitu masing-masing sell akan mempunyai larutan elektrolit yang bersifat individu, dengan begitu di dalam satu sell juga akan mempunyai 1 tutup.

5. Cell Connector

Ada pembatas sell, tentu saja juga ada penghubung sell. Dimana Cell Connector adalah benda konduktor yang berguna untuk menghubungkan masing-masing plat antar cell secara seri. Konektor ini akan memiliki tugas untuk menghubungkan plat negatif di 1 cell agar bisa terhubung dengan plat positif pada cell 2 dan begitu juga seterusnya hingga cell 6.

6. Larutan Elektrolit

Komponen pada aki kendaraan berikutnya adalah larutan elektrolit, dimana larutan elektrolit di aki basah pada umumnya akan menggunakan air dan juga ion sulfat. Dimana fungsi dari larutan asam sulfat ini adalah untuk menjadi zat yang nantinya akan bereaksi di dalam aki.

Ketika terjadi reaksi, ion sulfat nantinya akan terlepas dan juga menempel di plat aki yang terbuat dari bahan timah hitam. Hal ini yang akan membuat kadar sulfat menjadi berkurang di dalam larutan elektrolit. Untuk normalnya sendiri, ketika aki terisi penuh kandungan kadar sulfat setidaknya harus 36%.

Nah itulah beberapa komponen aki pada kendaraan mobil dan fungsinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Tinggalkan komentar